Sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu
Pernyataan Dukungan Stakeholder Terhadap KEE Koridor Gajah

Bengkulu, 05 Desember 2019- Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial Koridor Gajah Sumatera Lanskap Seblat Bengkulu yang dibentuk melaui Surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor: 497.DLHK Tahun 2017 Tanggal 22 Desember 2017, melaksanakan kegiatan Launching  Kawasan   Ekosistem Essensial Koridor Gajah Sumatera  Lanskap Seblat Bengkulu pada tanggal 05 Desember 2019 bertempat di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu. Acara ini merupakan titik awal dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya melestarikan Gajah Sumatera (Elephas maxmimus sumatranus).

Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial Koridor Gajah Sumatera Lanskap Seblat Bengkulu terdiri dari berbagai unsur yaitu Instansi Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perusahaan, Tokoh Masyarakat, dan Akademisi. Bertindak selaku ketua pada forum ini adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Bengkulu yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkoordinir kegiatan dalam upaya perlindungan dan pelestarian Gajah Sumatera.

Sambutan Gubernur Bengkulu oleh Assisten II
Assisten II Prov. Bengkulu (kanan) bersama Dirjen Keanekaragaman Hayati Kementerian LHK
Pemberian Cinderamata Oleh Assisten II

Gajah Sumatera termasuk dalam satwa kunci yang dilindungi dan perlu untuk dilestarikan.  Habitat dan populasinya terdapat di Taman Wisata Alam Seblat, Perkebunan, Hutan Produksi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan kawasan bernilai ekosistem tinggi. Selama ini populasi Gajah Sumatera terpisah-pisah tidak ada jalur yang menghubungkan antar kelompok menyebabkan terancamnya populasi Gajah Sumatera dari kepunahan. Dikarenakan kelompok Gajah yang tidak terkoneksi dengan kelompok lainnya akan terjadi perkawinan sekelompok (Inbreeding), dimana perkawinan dalam satu kelompok Gajah akan mengakibatkan keturunan yang lemah dan berumur pendek serta kondisi Gajah yang terlahir dalam kondisi cacat.  Mengingat pentingnya koneksi antar kelompok Gajah Sumatera inilah maka pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Stakeholder terkait mengupayakan adanya koridor pergerakan Gajah  antara Taman Wisata Alam Seblat dan Taman Nasional Kerinci Seblat, sehingga kelompok Gajah saling terkoneksi dengan kelompok Gajah lainnya.

Pada acara ini juga dilakukan serangkaian acara penting yaitu pernyataan dukungan dari berbagai pihak terhadap Kawasan Ekosistem Essensial dan penandatanganan prasasti titik nol koridor gajah sumatera lanskap seblat oleh Gubernur Bengkulu dan Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Repulik Indonesia. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat meningkatkan semangat serta gairah baru dalam upaya perlindungan dan pelestaraian satwa Gajah Sumatera.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.