Data Perizinan

Home » Data Perizinan
rain forest1a

Izin Pemanfaatan

Izin yang diberikan untuk memanfaatkan kawasan hutan, memanfaatkan jasa lingkungan, memanfaatkan hasil hutan kayu dan hasil hutan non-kayu serta memungut hasil hutan kayu dan bukan kayu secara optimal dan adil untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya.

TAMBANG

Izin Penggunaan

Izin yang diberikan atas penggunaan sebagian kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan tersebut. Kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan sebagaimana dimaksud diatas, antara lain: a). religi meliputi tempat ibadah, tempat pemakaman dan wisata rohani; b). pertambangan  meliputi  pertambangan  mineral, batubara, minyak dan gas bumi termasuk sarana, prasarana, dan smelter; c). instalasi pembangkit, transmisi, distribusi listrik dan gardu induk serta teknologi energi baru dan terbarukan antara lain panas bumi; d). jaringan telekomunikasi, stasiun pemancar radio, dan stasiun relay televisi serta stasiun bumi pengamatan keantariksaan; e). jalan umum, jalan tol, dan jalur kereta api; f).  sarana transportasi yang tidak dikategorikan sebagai sarana  transportasi  umum  untuk  keperluan pengangkutan hasil produksi; g). waduk, bendungan, bendung, irigasi, saluran air minum, saluran pembuangan air dan sanitasi, dan bangunan pengairan lainnya; h). fasilitas umum; i).  industri selain industri primer hasil hutan; j).  pertahanan dan keamanan, antara lain sarana dan prasarana latihan tempur, stasiun radar, dan menara pengintai, pos lintas batas negara (PLBN); k). prasarana penunjang keselamatan umum antara lain keselamatan lalu lintas laut, lalu lintas udara, lalu lintas darat, karantina dan sarana meteorologi, klimatologi dan geofisika; l).  jalur evakuasi bencana alam, penampungan korban bencana alam dan lahan usahanya yang bersifat sementara; m). pertanian tertentu dalam rangka ketahanan pangan; n). pertanian tertentu dalam rangka ketahanan energi; atau o). pembangunan bandar udara dan pelabuhan.

01

Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) dalam kerangka community forestry (kehutanan masyarakat) merupakan salah satu strategi pengelolaan sumberdaya hutan menuju pengelolaan hutan lestari (sustainable forest management). Keterlibatan masyarakat dalam pegelolaan hutan diatur melalui beberapa mekanisme seperti Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Kemasyarakatan (HKm), dan Hutan Desa (HD). Disamping itu juga masih ada pengelolaan hutan adat di wilayah adat, serta model desa konservasi di sekitar hutan konservasi. Bentuk-bentuk pengelolaan hutan tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu memanfaatkan hutan untuk memberdayakan masyarakat baik di dalam maupun di sekitar kawasan hutan dengan meningkatkan keterlibatannya agar kesejahteraannya meningkat.