Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Usaha Perhutanan Sosial

Home » Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Usaha Perhutanan Sosial » Berita » Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Usaha Perhutanan Sosial
2016-08-05-Peningkatan-Kapasitas

Sambutan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong sekaligus membuka acara pelatihan

Dalam rangka mewujudkan kelembagaan kelompok perhutanan sosial baik berupa Kelompok Usaha Bersama (KUB), Koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) sebagai wadah kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha kelompoknya dan diakui secara legal baik oleh pemerintah maupun dunia usaha untuk memperkuat satus dan fungsi kelembagaan kelompok usaha perhutanan sosia, pada tanggal 19 Juli 2016 bertempat di Hotel Bukit Kaba Kecamatan Curup, Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Usaha Perhutanan Sosial.

Pelatihan tersebut diikuti oleh anggota kelompok tani dan gabungan kelompok tani Hutan Kemasyarakatan (HKm), yang telah mendapatkan SK IUPHKm pada Tahun 2015 yaitu Desa Air Lanang, Desa Tanjung Dalam, Desa Tebat Pulau, Desa Tebat Tenong Dalam dan Desa Baru Manis, dengan narasumber dan pemateri dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Dinas Kehutananan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Koperasi dan UKM, Perindag Kabupaten Rejang Lebong dan BPMD Kabupaten Rejang Lebong.

Peserta pelatihan sangat antusias dan mengikuti acara dari awal sampai akhir, karena materi yang disampaikan begitu menarik dan disampaikan oleh pemateri yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, sehingga ini merupakan langkah awal dalam pengembangan usaha perhutanan sosial dan pembentukan kelembagaan bagi KTH Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga diharapkan untuk masa yang akan datang dapat meningkatkan hasil dan pemasarannya memperoleh harga yang wajar.

2016-08-05 Peningkatan Kapasitas 2

Komoditas yang dihasilkan oleh KTH di areal HKm berupa kopi, pala, jengkol, kakao, kemiri, durian, aren dll. Selama ini, sebagian besar dari kelompok tani hutan maupun Gapoktan belum memiliki lembaga khusus dalam mengelola dan memasarkan hasil panen dari kegiatan mereka, sehingga mereka menjual dan memasarkan hasil panen dengan harga yang tidak wajar.  Meminjam modal kepada tengkulak dangan cara membayar diwaktu panen menjadi kebiasaan KTH ini yang sangat merugikan, tetapi apa daya kondisi dan kebutuhan anggota terkadang ada yang mendesak.

Keinginan untuk maju begitu besar karena menyangkut pada peningkatan kesejahteraan anggota, sehingga informasi yang diterima akan direalisasikan di lapangan. Besar harapan anggota kelompok kepada pemerintah baik pemerintah pusat, daerah maupun perguruan tinggi, untuk selalu membina dan mengevaluasi setiap kegiatan yang mereka lakukan mulai dari kegiatan lapangan sampai pada administrasi kelompok serta permodalan baik yang berasal dari pemerintah maupun swasta, karena anggota menyadari akan keterbatasan ilmu dan pengetahuan.Oleh karena itu pihak instansi Kabupaten maupun Provinsi siap membantu kelompok tani hutan dalam membentuk kelembagaan maupun diversifikasi usaha, baik dalam bentuk informasi maupun data yang diperlukan.

Anggota kelompok berjanji akan segera membentuk kelembagaan dalam waktu dekat, karena dengan adanya pelatihan ini telah membuka pikiran yang selama mereka belum tahu bentuk lembaga usaha mana yang tepat dan mendapatkan badan hukum.Kelompok Tani Hutan Hutan Kemasyarakatan Desa Air Lanang sudah membentuk Koperasi pada tahun 2015 dan diharapkan menjadi tempat pembelajaran, dan dapat merangsang kelompok lain untuk segera mendirikan lembaga usaha apapun bentuknya yang penting bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. (Binbang)